Monday, 25 May 2015

Kisah nya bermula di sini



Telah jauh kembara ku mengenal dunia. Cinta? Itu tak asing lagi bagiku. Melalui hidup yang penuh dengan berliku, itu asam garam hidup ku. Bahagia, itu tiada di dalam kamus hidup ku. Tapi itu dulu sebelum dia hadir dalam hidup ku. Aku bagaikan pelabuhan usang yang sepi dan terlupakan. Jauh sekali bahtera megah dan mewah untuk merapat di perlabuhan usang ini. Aku tak pernah berharap semua itu terjadi. Cukuplah hanya memandang indah semua itu berlalu dan pergi. Semuanya tak ubah bagai angin yang menerpa dan tiba masanya di lupakan.

Pernah dulu sebuah bahtera yang penuh kekosongan singah. Tapi tak mampu bertahan lama, hadirnya cuma mengisi kekosongan dan bila semuanya telah di milikinya, dia pun berlalu meninggalkan senyum dan tawa yang pernah di ukirnya saban waktu dulu. Hadirnya pada pelabuhan usang ini, banyak memberi pengajaran dan meninggalkan luka yang amat pedih dan dalam.

Waktu kian berlalu, masa kian berlari, sedikit demi sedikit luka yang pernah di ukirnya dulu kian kering. Tak pernahkah di sedari olehnya, hati di dalam genggamnya hancur musnah tiada terperi. Kenapa singah dahulu andai cuma tahu mengukir luka?. Telah ku ingatkan sejak awal lagi, yang kau tak akan mampu bertahan di sini. Kau nafikan semuanya. Katamu, cinta yang kau bawa ini terlalu sempurna untuk membuktikan yang kau terindah dari pernah ada. Tapi akhirnya kau gagal dengan kata kata mu, dengan sumpah janji setiamu.

Kau gagal untuk membuktikan yang kau terindah dari yang ada. Kau tinggalkan aku tanpa sedikit rasa berdosa. Tanpa kau kenang kembali semua kata peringatan ku atas mu dulu. Dengan ego kau berkata, kita tak mampu tuk bersama. Dengan yakinnya kau melangkah pergi seolah olah aku yang mengetuk hati mu awal dulu. Terima kasih untuk semua. Kerana mu aku banyak belajar dari rasa sakit yang kau cipta ini. Sepenuhnya kau ku lepaskan dari hidup ku. Kibarkanlah layar megah mu itu. Berlayarlah kau kembali ke samudera yang biru, yang penuh dengan teka teki. Di sini aku telah temukan takdir dan hati yang sangat tulus untukku.

Kisahnya teramat lucu teramat indah. Bermula dari jauh nun di sana. Pelabuhan usang ini di perhatikan oleh sebuah bahtera yang megah dan indah dari kejauhan. Menghantar isyarat yang seakan akan boleh ertikan. Tapi tak ku hiraukan. Tanpa rasa menyerah lalu di utuskan nukilan yang teramat panjang untukku.


Kisah nya bermula di sini.

Monday, 10 March 2014

Mengapa ramai tidak berjaya? - Izzhar Nazri


Kenapa Kau uji aku sekuat ini?
Aku sekadar nak capai impian aku..
Aku sekadar nak jadi lebih baik..
Pada sesiapa yang pernah berperasaan macam ini..
Percayalah..
Hidup..
Bukan sekuat mana kita dihentam oleh kehidupan..
Tapi, sekuat mana kita bangkit dan kita terus berjalan..
Kenapa ramai orang tak boleh berjaya?
Sebab mereka takut untuk susah..
Kenapa ramai orang tak boleh berjaya?
Sebab mereka takut untuk berubah..
Mereka takut dengan kata-kata orang lain..
Maka hari ini..
Untuk hidup biasa-biasa ataupun lebih berjaya..
Itu pilihan kita..
Sebab apa?
Kita hanya dibenarkan untuk beraksi di muka bumi ini..
Hanya sekali..
Mengapa tak, kita pilih untuk jadi lebih berjaya?

- Izzhar Nazri -
Link YouTube : https://www.youtube.com/watch?v=mkTHwNQyo4I

Thursday, 6 March 2014

13 kata “JANGAN MENUNGGU” yang perlu dihindari - Oki Setiana Dewi


Nurkilan : Oki Setiana Dewi

13 kata “JANGAN MENUNGGU” yang perlu dihindari : 

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan.

5. Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu projek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka projek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak wang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar wang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu berjaya baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka bertambah kejayaanmu.

12. Jangan menunggu rasa boleh, baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti boleh!

13. Jangan menunggu waktu terluang untuk membaca Al qur'an, tapi luangkan waktu untuk membaca Al qur'an.

Menjadi Wanita adalah Amanah


Catatan seorang Muslimah untuk semua Muslimah.

Wanita itu ibarat buku. Jika ia tersampul dengan jilbab, maka itu adalah ikhtiar untuk menjaga akhlaknya. Terlebih jika jilbab itu tidak hanya sekedar untuk menutupi tubuhnya, akan tapi juga menjilbabkan hati. Dan jika ia tak bersampul, maka ia akan terlihat lebih kusam, ternoda oleh coretan, sobek, karena dia tidak bisa menjaga dirinya, itu karena dia membiarkan auratnya terlihat oleh laki-laki bukan mahramnya.

Menjadi wanita adalah amanah. Bukan amanah yang sementara. Tapi amanah sepanjang usia ini ada. Dan sudah seharusnya kita menjaga amanah ini, dengan membentengi diri kita iman dan ilmu. Senantiasa belajar dan berusaha untuk selalu memperbaiki diri. Karena memang menjadi wanita baik itu tidak mudah. Butuh iman dan ilmu kehidupan yang seiring dengan pengalaman. Lihatlah di luar sana, masih banyak wanita yang dengan bangganya mengobral kehormatan dan kecantikannya, memperlihatkan auratnya kepada non mahram, bahkan ada diantara mereka yang sampai terenggut kehormatannya dikarenakan tidak bisa menjaga dirinya. Astaghfirullah, susahnya menjadi wanita.

Benar. Menjadi wanita adalah pilihan. Bukan aku yang memilihnya, tapi Kau yang memilihkannya untukku. Aku tahu, Allah penggenggam segala ilmu. Sebelum Ia ciptakan aku, Ia pasti punya pertimbangan khusus, hingga akhirnya saat kulahir kedunia, Ia menjadikan diriku seorang wanita. Aku sadar, tidak main-main Allah mengamanahkan ini kepadaku. Karena kutahu, wanita adalah makhluk yang luar biasa. Yang dari rahimnya bisa terlahir manusia semulia Rasulullah atau manusia sehina Fir’aun. Dan seperti apa diri kita kelak sangat di pengaruhi oleh bagaimana cara kita bersikap, dan menjaga izzah dan iffah kita.

Ukhti, bersyukurlah karena engkau di karunia wajah yang cantik dan tubuh yang sempurna. Dan sudah seharusnya engkau menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Bukan dengan memamerkan aurat kepada laki-laki bukan mahram, sehingga membuat mereka tergoda dan memuja kecantikanmu. Tapi jagalah amanah tersebut dengan menjaga dirimu dari hal-hal yang Allah murkai, karena cantik yang sesungguhnya adalah ketika engkau bisa menjaga dirimu dan kehormatanmu. Bukan dengan berlomba-lomba mempercantik tubuh sehingga tidak mengindahkan batasan-batasan yang telah Allah berikan kepadamu.

Sungguh rasanya malu diri ini, ketika aku tidak bisa menjaga amanah yang telah Allah berikan kepadaku. Aku malu menjadi wanita, kalau faktanya wanita itu gampang diiming-iminggi harta dengan mengorbankan harga dirinya. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita itu sebagai sumber maksiat, memikat, hingga mengajak pada jalan sesat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata dari pandangan dan suara wanita yang tak terjaga sanggup memunculkan syahwat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata tindak tandukku tidak berkenan di hati sahabat-sahabatku . Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita tak sanggup jadi ibu yang bijak bagi anaknya dan separuh hati mendampingi perjuangan suaminya. Aku malu menjadi wanita yang tidak sesuai dengan fitrahnya. Ya, Aku malu jika sekarang aku belum menjadi sosok wanita yang seperti Allah harapkan. Aku malu, karena itu pertanda aku belum amanah terhadap titipan Allah ini.

Sunday, 10 November 2013

Perihal tentang SYIAH di Malaysia oleh Ustaz Zahazan Mohamed


Perihal tentang SYIAH di Malaysia oleh Ustaz Zahazan Mohamed

1. Masuk ke dalam pertubuhan harakat Islamiyyah, tanzim haraki seperti PAS, Abim, Jim, Hizbut Tahrir dengan cara taqiyyah, pura pura dan niat menguasai pucuk pimpinan atau menghancurkan dari dalam.

2. Mereka masuk kedalam parti politik Ummat Islam seperti PAS, UMNO , PKR dan lain lain untuk menjadi pemimpin dan sekaligus mencetuskan merekrut pengikut mereka dijadikan Syiah.

3. Mereka menggunakan tarekat seperti tarekat ahlu bayt, menyamar atas nama keluarga Rasulullah S.A.W sebelah Sayyidina Ali untuk rekrut Syiah.

4. Mereka masuk dalam pertubuhan berbaiah seperti Pekida, Al Ehsan, Batas, Simpang 3, Majlis Sabilillah dan seangkatan untuk tujuan yang sama, sama ada merekrut ahli atau mengahncurkan jamaah dari dalam.

5. Mereka akan gunakan kuasa politik, rapatkan dengan Perdana Menteri Malaysia, Menteri -menteri, YB, bagi tujuan perlindungan politik mereka agar mereka dapat back-up.

6. Mereka Syiah laknatullah menyusup masuk ke dalam PDRM dan ATM untuk merekrut seramai mungkin polis dan askar untuk masuk Syiah.

7. Mereka mengunakan perniagaan seperti perniagaan air, makanan dan lain untuk dana dan kewangan Syiah.

8. Mereka telah memanggil ramai rakyat Iran Syiah untuk masuk belajar dan bekerja di Malaysia, dan sekarang mereka cuba kahwinkan lelaki Syiah Iran dengan wanita Islam Malaysia, mereka sebarkan melalui pembelajaran dan perkahwinan.

9. Mereka masuk dalam pertubuhan pertubuhan amal berbilang bangsa dan kaum untuk merekrut Syiah.

10. Mereka akan merapati Mahasiswa / Mahasiswi Islam di seluruh IPTA dan IPTS untuk bawak masuk Syiah dengan cara 9 di atas.

Kajian semasa dari Pengerusi Majlis Pekerja - Pekerja Profesional Islam Malaysia PRO-Islam.

Saturday, 9 November 2013

Rindu Rasulullah SAW kepada Umatnya pada Akhir Zaman



Di kisahkan pada suatu hari ketika Rasulullah saw bersama-sama sahabatnya seraya baginda bertanya kepada mereka :

"Siapakah yang paling hebat imannya?" tanya Rasulullah.

"Malaikat," jawab sahabat.

"Bagaimana para malaikat tidak beriman kepada Allah sedangkan mereka sentiasa hampir dengan Allah," jelas Rasulullah.Para sahabat terdiam seketika.

Kemudian mereka berkata lagi, "Para nabi"."Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka".

"Mungkin kami," celah seorang sahabat

."Bagaimana kamu tidak beriman sedangkan aku berada ditengah-tengah kamu," pintas Rasulullah menyangkal hujah sahabatnya itu. "Kalau begitu, hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih mengetahui," jawab seorang sahabat lagi, mengakui kelemahan mereka.

"Kamu ingin tahu siapa mereka? Mereka ialah umatku yang hidup selepasku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya. Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku tetapi tidak pernah berjumpa denganku," jelas Rasulullah.

Suasana di majlis pertemuan itu hening sejenak. Semua yang hadir diam membatu. Mereka seperti sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi Saidina Abu Bakar. Itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihi melafazkan pengakuan demikian. Seulas senyuman yang sedia terukir dibibirnya pun terungkai. Wajahnya yang tenang berubah warna. "Apakah maksudmu berkata demikian wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?" Saidina Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mula menyerabut fikiran.

"Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku," suara Rasulullah bernada rendah.

"Kami juga saudara-saudaramu, wahai Rasulullah," kata seorang sahabat yang lain pula.

Rasulullah menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum. Kemudian baginda bersuara :

"Saudaraku ialah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku sebagai Rasulullah dan mereka sangat mencintaiku. Malahan kecintaan mereka kepadaku melebihi cinta mereka kepada anak-anak dan orang tua mereka."

"Aku sungguh rindu hendak bertemu dengan mereka," ucap Rasulullah lagi setelah seketika membisu dengan berbaur kesayuan pada ucapannya itu.

Thursday, 7 November 2013

Ujian Allah SWT, Kuatkah Kita ?



Bila kau memandang segalanya dari Tuhanmu…
Yang menciptakan segalanya
yang menimpakan ujian
yang menjadikan sakit hatimu
yang membuatkan keinginanmu terhalang
serta menyusahkan hidupmu
pasti akan damailah hatimu kerna…
masakan Allah sengaja mentakdirkan segalanya untuk sesuatu yang sia-sia

Bukan Allah tak tahu derita hidupmu…
retaknya hatimu..
sengsaranya sukmamu..
Mungkin itulah yang Dia mahukan..

Kerana
Dia Maha Mengetahui..
Hati yang sebeginilah selalunya lebih lunak dan mudah untuk DEKAT dan AKRAB denganNya
Semuanya yang ditakdirkanNya adalah untuk kebahagiaan jiwa hamba-hambaNya.